13.7.09

Bertanya pada Diri

Kenapa saya begitu semangat di kerjaan sampai mengacu pada batas minimum waktu pengerjaan (misal: hari ini harus sudah selesai) yang saya buat sendiri? Sementara di skripsi, pikiran saya begitu bertumpu pada tanggal 7 September 2009..

Ayo dong Ovie..!!

3.7.09

Bismillah. Move on be brave! :D

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Hmm, sebelumnya teman, maaf sangat saya tak bisa berbagi cerita, tapi sungguh, saya bahagia atas perhatian kalian semua, dan itu jadi semangat luar biasa buat saya. *loveyouall! :D*

Ya, bisa dibilang saya baru saja melalui hal terburuk sepanjang saya hidup sampai sekarang. Saya terpuruk. Luar biasa terpuruk. Tidak pernah seterpuruk ini. Bahkan pikiran positif tak pernah bisa masuk. Selalu berpikir buruk. Buruk dan buruk. Karena kejadiannya yang emang begitu buruk, dan begitu bikin sisi payah saya tunduk. Takluk. Keadaan kian memburuk.

Di hari kedua perasaan mulai agak teratur. Pikiran selain si buruk sudah bisa masuk. Berdamai dengan perasaan traumatik. Walau kadang masih suka mampir dan mengganggu, tp perpaduan antara pikiran positif yang perlahan-lahan muncul dengan keyakinan hasil analisis kejadian membuat saya cukup berhasil mengalihkan, dan kembali dalam keadaan lumayan oke. Ditambah semangat dari teman-teman tersayang bahkan dosen. :')

Tapi ngga bisa bohong juga, jikalau itu rasa kerap muncul dan menganggu. Sunguh traumatik! Bikin saya mendadak panik! Sedih, kalut, ih, amit-amit..

Lalu saya bertemu seorang kesayangan. Baru sore tadi. Akhirnya. Dengannya akhirnya saya menceritakan. Sulit, sungguh sulit! Lidah saya begitu kelu, saya hanya bisa menangis, ditemani senggukan-senggukan kepayahan, menahan sedih, sakit, traumatik dan segala pikiran buruk lainnya. Lalu saya ditenangkan. Disayang-sayang. Sayang yang penuh perhatian. Diyakinkan. Lalu cerita akhirnya mengalir begitu saja. Penuh luka saat menceritakan. Tapi berangsur tenang juga akhirnya..

Dia tersenyum, memandang, menyayang. Lalu dia berkata, "Lihat mata saya.." Dan saya melihat matanya. Dalam. Dan lalu dia berkata. Panjang. Secara random, sebelum saya bercerita, dan setelahnya, ini-ini yang dia katakan :

"Entah itu besar atau kecil, masalah ya masalah, dan masalah itu harus diselesaikan, dan kita pasti bisa menyelesaikan. Jadi, kalo ini memang masalah besar, buang itu si kata 'besar', anggap saja itu masalah biasa, yang pasti bisa diselesaikan. Dan suatu saat nanti, kita bisa mengenang pada kondisi senang. :D"

"Apapun yang terjadi, ovie, KITA, pasti bisa ngelewatin bersama. Dan saya akan selalu ada di samping ovie. Selalu.. "

"Ikhlaskan, apapun yang terjadi. Jangan mendendam, nanti dia malah senang ;). Ya sayang? Ikhlas.."

"Ya, kemarin ovie bilang, hidup ovie nggak akan sama lagi. Betul! Nggak akan sama lagi, karena akan jauh lebih baik dari kemarin-kemarin. Kan? :)"

"Hm, kalo emang ini ngga bisa dilupakan, dan emang ga akan mungkin bisa dilupakan, ngga 'papa. Nanti kita bikin kenangan yang indah-indah, biar itu kenangan ketutupan. Jadi, kita inget yang indah-indah aja, ya ngga? :D"

"Apapun yang terjadi sekarang, seburuk apapun di mata dunia, toh kita akan menuju akhirat. Dunia manusia yang sebenar-benarnya dimana kita akan hidup kekal di dalamnya. Jadi, peduli amat di dunia, yang penting kita siap-siap buat akhirat, ya kan?"


Aih, never feel this better. :'D

Ditambah inget kata-kata semangat dari teman-teman tersayang, yang berkali-kali menanyakan, dan siap mendengarkan, lalu memberikan sayang yang terasa begitu hangat :'D. Bahkan dari teman yang sok-sok bilang "Trimakasih vie, jadi ga enak" waktu status YM saya "Thx for all your supports, friends! That means much to me.. :'D", padahal dia nggak bilang apa2 sebelumnya *hihi dasar*, atau sekedar nge"like-this"ini status serupa di FB, dan yang lain-lainnya, yang sesederhanapun itu, saya tersenyum jugaa akhirnya:). Aih, loveyouall my friends..!

Saatnya bangkit. Ngga mau lagi mikirin, apalagi mengungkit. Ga usah dilupain, tapi disingkirin. Saatnya move on and be brave. And then, i feel so much better after these hard days.. :D

Kemarin itu mungkin memang salah satu skenario paling buruk dalam hidup saya. Tapi toh, saya masih tetap hidup pada akhirnya, dan saya harus siap-siap menuju kehidupan yang selanjutnya. Ngga peduli. Seburuk apapun itu, saya punya partner, saya punya teman, dan Allah SWT ngga akan ngasi beban tanpa memberikan pundak. Akhirnya, saya bersyukur atas semua yang terjadi, seburuk apapun. Alhamdulillahirrabil'alamin.

Dan, bismillahirrahmanirrahim, its time to move on be brave. :'D

*sayangkaliansemua*

28.6.09

Saya Peduli, Dengan Cara Saya Sendiri

Teman saya menuliskan ini dalam status fesbuknya:
Tiap orang memang berbeda, trus naro harepan ke tiap org jg berbeda?


Maka, pikiran saya kembali melayang dan menelaah maksudnya. Rasa-rasa sinkron sekali itu kalimat dengan yang sedang saya pikirkan. Hmmf..

Ya, tiap orang memang berbeda, dan kita hidup bersama-sama. Dan mungkin ya, insting kita sebagai manusia sosial, taraf harapan itu muncul secara relatif berdasarkan pada siapa yang dengannya akan ditumpukan itu harapan. Itu ternormalisasi begitu saja menurut saya. Dan ketika semakin dewasa, insya Allah semakin mengerti dan bisa menyesuaikan diri.

Katakanlah saya. Saya merasa begitu berbeda pada beberapa lingkungan di sekitar saya. Dan kadang, ada kalanya saya melakukan sesuatu dengan 'method' yang sama tapi inisialisasi dan logika yang berbeda. Mungkin seperti itu jika kasusnya dianalogikan dengan definisi pemrograman. Method itu punya nama yang sama, tapi sayangnya saya punya variabel yang terbatas sehingga bagaimanapun caranya saya harus memaksimalkan logika dengan menggunakan keterbatasan variabel tersebut dengan harapan menghasilkan return value yang diharapkan. Dan anggap saja return value itu harapan. Maka, ketika return value tidak sesuai, biasanya program menyediakan exceptionhandler dimana ketidaksesuaian itu ditangani. Tapi yang jelas, ya si method tadi, mau gimanapun logikanya, tetap saja 0, atau salah. Itu tidak akan bisa digunakan jika suatu saat dibutuhkan, hmm, mungkin semacam if-condition dimana si return value method yang tadi itu harus 1, atau benar, atau sesuai dengan yang diharapkan.

Tapi itu komputer kan? Pemrograman. Logika. Tapi kita? Kita punya hati untuk saling mengerti. Punya hati untuk saling memahami. Punya hati untuk bertoleransi. Punya hati untuk merubah keterbatasan variabel tadi. Yaa, lots we can do!

Haha, mungkin jadi agak membingungkan. Huehe.. ^^v

Intinya, mungkin saya memang egois. Sungguh. Tapi sebenarnya, seegois apapun kesan tentang saya, sebenarnya saya hanya punya cara sendiri untuk menyatakan bahwa saya peduli, dan saya memahami dan saya mencoba mengerti. Saya bukan yang berharap, tapi saya yang diharapkan kali ini. Tapi ini lah saya cara. Cara saya begini. Cara saya tertuang dalam method yang tidak biasa dengan, tentu saja, berorientasi pada harapan. Coba tolong telaah lagi, pahami, resapi. Maka, cobalah hargai dengankatakan iya bila iya, atau tidak jika tidak. Karena ketika kamu kecewa atas kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, saya bisa belajar, dan mencoba lebih baik lagi. Dengan cara saya sendiri tentunya. Karena saya manusia. Yang sidik jarinya saja berbeda dengan yang lainnya, apalagi sifat yang tidak terlihat secara nyata tapi sungguh berasa dan sangat kompleks tentunya. Saya punya cara, dan sudah saya sampaikan caranya. Now back to yourself. Saya nggak mau memaksa. Kita kan sudah sama-sama dewasa. :)

27.6.09


so why don't we go,
somewhere only we know?

20.6.09

Cape Banget. Beneran deh.

Mengatung-ngatungkan niat baik seseorang kemudian ternyata niat baik itu dicampakkan dan ditolak secara tidak langsung dengan sangat menyakitkan! Itu sangat ga gentle menurut saya.

Komunikasi itu penting. SUNGGUH!


Ga perlu langsung juga bisa. Yaa mungkin, ga semua orang ngerasain rapat by YM Conference, share and meet design by photo sharing di YM, bahkan lebih dari itu. Semua itu bisa! *..hahay, jadi merasa beruntung bisa memanfaatkan teknologi sejauh ini, huff..*

Ya, gatau ni, cape aja dikatung-katungkan yang akhirnya dibikin sakit hati lagi-lagi.

Mission [not] Completed

Ahaha..

Gw harus jujur mengatakan bahwa rencana gw yang ini gagal. Huehe. Ternyata, cukup sulit minggu itu. Banyak juga yang harus dilakukan dan itu sungguh mendadak. Well, tapi ini sekarang saya sedang berusaha. Besok2 juga. Dan slamanya. Titik.

Dan saya baru saja dapet idenya yang mencerahkan! Ahahayy! *insya Allah, amiin..*

Bismillahirrahmanirrahim..

12.6.09

well, nothing to worry about the-worried-man seharusnya..

Tetep ajah! Jiaaaaaah!
Kesel. Sedih. Marah. Bingung. Tapi mau gimana lagi, gw peduli.
Astagfirullahal'adzim..
Betapa menyakitkan tapi tetap harus saya lawan karena saya tetap seorang teman, kan?

~ Uf, ibonkku, makasii. Cintakamuslamanya. :')

11.6.09

Random Thought about (my) Love

Memutuskan mencinta yang awalnya tidak dicinta dan tidak sempurna (well, nobody's perfect :D) dengan begitu banyak konsekuensi (buruk) yang terduga tapi sungguh berniat untuk memberikan cinta dengan sempurna untuk dirinya yang insya Allah akan saya dampingi slamanya..

* Awal yang luar biasa sulitnya! Pribadi yang berbeda, latar belakang berbeda, banyak yang berbeda! Tp kita punya tujuan yang sama. :)) *

* Masih awal yang luar biasa sulitnya! Ketika orang tidak bisa menerima, ketika beberapa tidak percaya. Tapi sungguh, diantara mereka yang ada di sekitar saya, beberapa sangat menghangatkan kami berdua. - Kalian teman yang oke punya! :) *

* Si itu? Akh, berkali2 saya sakit hati. Tapi toh akhirnya saya tak peduli! Kata2nya tak ada artinya lagi! Haha, sorry.. - arogan ya? bole la, khusus utk menyikapi yang ini ;) yea, cerita2nya refer to some of my posts juga ko :D - *

* Konflik antara kami berdua? Haha! Pasti ada! Tapi kami bisa melewatkannya dengan sempurna. Dengan tenang setenang2nya. Dan sungguh, saya sangat menyukai caranya menyelesaikan masalah kami berdua. Caranya menelusuri apa yang jadi akar konflik, mencoba memahami kenapa semua terjadi, sampai mendapatkan kunci dan membuat kami baik kembali. Ah, sungguh, saya akan semakin mencintainya usai konflik antara kami berdua! :') *

* Lots to learn! Saya mendapat suapan ideologi2 sederhana darinya. Yang walau sederhana tapi sangat memperkuat saya. Yang walau klise tapi sangat memperkaya saya. Yang membuat saya semakin mencinta. Dan ketika saya ingat tujuan kami berdua, maka saya menjadi pembelajar yang sangat baik atas hal-hal baik darinya. *

* Sungguh, saya sangat menyukai caranya menyayangi saya.. Dan itu tidak bisa dideskripsikan dengan kata2! :')*

* Dan sekarang, saya amat sangat bahagia.. :'D *

"i come to love not by looking a perfect person,
but by learning to love an imperfect person perfectly.."

8.6.09


Bertekad

&

Bertindak!


7.6.09

astagfirullah..
ternyata gw blm bisa biasa aja..
gw masi aja ga bisa..
gw masi aja kepikiran..
ternyata, dia masih terlalu berpengaruh..
sedih sangat..

..i'm not such a good friend anyway..

BUT, it doesnt mean i give up. Gw hampir kalah sama perasaan dan pikiran buruk gw. Tapi apa kabar judul blog gw? Ahaha. Whatever u do and say, dear*, i will always give all my best with my own way until u know someday, that i love you so much.

*Ahaha, jgn salah paham, dear disini ga refer to my ibonk. Dia mah tau dong pastinya kalo i will always love him. ;)

6.6.09

Titik.

Saya harus menyelesaikan skripsi minggu ini!

Meskipun sambil finishing buku angkatan. Meskipun sambil ngoreksi tugas2 para praktikan. Meskipun banyak pikiran. Saya ga mau bikin papi kecewa lagi. Saya mau membawa berita ini sebagai berita bahagia yang bisa saya pertanggungjawabkan. Dan pada akhirnya, saya mau fokus dan total. Minggu ini untuk skripsi. Minggu depan dan 3 bulan ke depan untuk telkom. Titik.

Jadi, apapun yang terjadi. Saya harus meyelesaikan skripsi (minimum requirement) saya minggu ini. Titik.

Bismillahirrahmanirrahim..

*Insya Allah setelah semua beres saya akan share kembali disini. :)

29.5.09

Dialog Menegangkan yang Ternyata Menghangatkan :)

Sungguh, saya sedang dipenuhi keharuan yang teramat dalam. :')

Ketika pikiran banyak mengaduh begitu gaduh. Tentang buku angkatan dan konflik-konfliknya yang luas cakupannya. Tentang rencana-rencana saya yang selalu terlihat semakin berantakan. Tentang skripsi saya yang seringkali tertunda dikerjakan.

Dan dilema2 itu terus menghantui saya seperti suara2 aneh yang seringkali menemani saya beberapa malam terakhir ini. Semua sudah terbukti, kecuali dilema yang paling akhir. Skripsi.

Tadi waktu buka FB dan menganggurkannya begitu saja, tiba2 ada yang menyapa. Dan hey tebak siapa? Orang itu adalah beliau, pembimbing skripsi saya. Jyaa! Berdegup begitu kencang ini jantung begitu tau beliau yang menyapa. Dan ternyata oh ternyata, ketika cakap-cakap semakin akrab, belakangan begitu eksplisit kata2nya, yang intinya, beliau begitu memahami apa yang sedang saya hadapi. Malah pesan 1 buku!^ *sampai pengen nangis rasanya, beneran deh! x')*

Subhanallah bapak.. :')

Maafkan si ovie ini yang sering bikin khawatir.
Maafkan si ovie ini yang sering bikin pusing.
Maafkan si ovie ini yang sudah 2 minggu tidak minta dibimbing.

~ Janji, Pak! Abis ini buku naik cetak, Ovie akan lebih sering bimbingan lagi :D